Pendahuluan
Pengertian tentang bahasa sangat beraneka ragam, bergantung pada teori apa yang dipakai. Setiap teori mempunyai defenisi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.menurut teori struktural, bahasa dapat didefenisikan sebagai suatu sistem tanda arbitrer yang konvensional. Dan setiap aliran linguistik atau teori linguistic mempunyai cara pandangan tersendiri terhadap bahasa. Cara memandang dan menelaah bahasa antara aliran atau teori linguistik yang satu berbeda dengan aliran atau teori yang lain. Aliran tradisional dan modern mempunyai konsep sendiri dalam memhami dan menelaah bahasa. Demikian juga dengan aliran-aliran linguistik lainya. Aliran-aliran linguistik itu juga mempunyai konsep tersendiri dalam memahami dan menelaah bahasa. Konsep inilah yang menyebabkan adanya cara menganlisis sintakis yang berbeda.
Pembahasan
Pengertian sintaksis
Kata sintaksis berasal dari kata bahasa yunani, yaitu sun yang berarti “dengan” dan kata tatein yang berate “menempatkan”. Jadi secara etimologi , sintaksis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Sintaksis merupakan cabang linguistik yang menyangkut susunan kata di dalam kalimat atau bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika.
Sinatksis juga berasal dari bahasa inggris yaitu syntak. Istilah sintaksis(Belanda, syntaksis) ialah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan tentang seluk beluk wacana, kalimat, frase dan klausa. Menurut Gleason(1955) “syntak maybe roughly defined as the principles of arrangement of the construction(word) into large constructions of various kinds” artinya adalah sinatksis mungkin dikaitkan dari defenisi prinsip aransemen konstruksi(kata) ke dalam konstruksi besar dari bermacam-macam variasi. Sedangkan menurut (Putrayasa, 2008:1) mengatakan bahwa sintaksis merupakan cabang ilmu bahasa(linguistik) yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frasa. Menurut (Tallerman,2009:1;Radford,1997:1,Ramlan,2005:18)dalam bahasa arab, istilah sintaksis sepadan dengan tema ilm al-nahw cabang ilmu bahasa arab yang membicarakan peran dan fungsi,kategori, dan peran dan fungsi kata dalam konstruksi kalimat. Jadi, sintaksis ialah ilmu yang mempelajari hubungan antara kata,frase,klausa, kalimat yang satu dengan kata, frase, klausa, kalimat yang lain. Kata, frasa,Klausa, dan kalimat inilah yang oleh para ahli disebut sebagian satuan sintaksis.
Mempelajari suatu bahasa berarti mempelajari sistemnya, yaitu bentuk dan pengorganisasian aturan-aturan yang ada, yang akhirnya membentuk struktur bahasa tersebut. Sintaksis dan morfologi merupakan dasar dari tata bahasa atau sebagai pusat dari mekanisme tadi. Dari dua bidang tersebut kita dapat mempelajari bidang-bidang lain dari tata bahasa. Dengan mempelajari tata bahasa kita dapat mengetahui berbagai kaidah dan aturan bahasa, sehingga kita bisa menggunakan bahasa tersebut dengan baik. Dengan demikian akan tercipta komunikasi yang lebih luas dan yang lebih baik. Selain itu, kita juga bisa memahami struktur dan cara kerja suatu bahasa , yang nantinya akan mejembatani hubungan kita dengan orang lain, dalam rangka pengembangan potensi intelektualitas dan budaya.
Dalam kajian sintaksis maka akan ditemui pembahasan berupa frasa, klausa, dan kalimat. Frasa masih memiliki turunan, klausa dan kalimat juga seperti demikian. Akan tetapi penulis tidak akan menyebutkan turunan-turunan tersebut secara jelas dan terperinci. Sebab dalam penulisan makalah ini, penulis akan membahas tentang mengupas kalimat bahasa arab dengan teori sintaksis struktural berdasarkan teori yang dirumuskan oleh Zellig Harris. Kemudian akan didistribusikan melalui contoh kalimat bahasa arab di dalam Al-Quran lalu menganalisis kalimat tersebut.
Teori Sintaksis Struktural
1). Struktur sintaksis
Struktur menurut KBBI adalah cara bagaimana sesuatu disusun: susunan;bangunan. Manaf (2009:3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang ilmu linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa , kalusa dan kalimat . dengan demikian dapat diketahui jelas bahwa struktur yang ada pada sintaksis ada tiga cakupan yaitu : frasa, klausa dan kalimat.
Di dalam buku structural linguistcs yang ditulis oleh Zellig Harris. Seorang linguis amerika yang sangat terpengaruh oleh Bloomfield bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan meninggalkan makna sama sekali. Dan di dalam buku mabadi’ al-lisaniyat yang dikarang oleh Ahmad M. Qadur teori yang dirumuskan oleh Zellig Harris dalam analisis struktural sintaksis yaitu berupa metode. Ada tiga metode yang bisa dipakai yang pertama, menggunakan metode kurung dengan menuliskan satuan terkecil dari kata (morfem) lalu memberikanya kurung pada masing-masing morfem. Metode kedua, yaitu menggunakan table dalam penulisanya sama seperti dengan metode kurung. Metode yang ketiga, yaitu menggunakan metode pohon. Untuk memperjelasnya penulis akan memberikan contoh dari masing-masing metode dibahagian analisis makalah ini.
2). Struktur kalimat bahasa arab
Kalimat bahasa arab yang terdiri dari subjek dan prediket, terbagi menjadi dua macam: yaitu kalimat nominal dan kalimat verbal. Kalimat nominal dalam bahasa arab adalah kalimat yang didahului Ism, yang di dalam bahasa arab dikenal dikenal sebagai jumlah ismiyah. Subjek dalam jumlah ismiyah harus ma’rifat (definitif) dan predikatnysa harus nakirah ( indefenitif).
Analisis
Teori struktural Zellig Harris :
1). Menggunakan metode kurung
2). Menggunakan metode tabel/kotak
Contoh الملك :2 السورةفي
حياة
ال
و
موت
ال
خلق
الذي
nomina
artikel
konjungsi
nomina
artikel
verba
pronomina
Frasa nomina
Frasa verba
Frasa nomina
Frasa verba
Frasa nomina
Kalimat
Contoh في السورة ال عمران : 53
رّسول
ال
نا
اتّبع
و
ت
انزل
nomina
Artikel
pronomina
Verba
konjungsi
pronomina
verba
Frasa nomina
Frasa verba
Kalimat
contoh dalam surat An-nisa ayat : 125
خليلا
ابراهيم
الله
اتخذ
و
Nomina
Nomina
Nomina
Verba
Konjungsi
Frasa nomina
Frasa verba
kalimat
contoh dalam Surat al-furqan ayat :25
ارض
ال
و
سّموات
ال
في
سّرّ
ال
يعلم
nomina
artikel
konjungsi
Nomina
artikel
keterangan
nomina
artikel
verba
Frasa nomina
Frasa verba
Kalimat
3). Menggunakan metode pohon.
a. contoh في السورة البقرة : 275
ربا17
ال16
حرم15
و14
بيع13
ال12
الله11
احل10
9و
الربا8
حرم7
و6
البيع5
الله4
احل3
و2
و احل الله البيع و حرم الربا1
Kalimat
Konjungsi, konstituen final
Frasa verba, konstituen final
Frasa nomina, konstituen final
Frasa nomina, konstituen langsung
Konjungsi, konstituen final
Frasa verba, konstituen final
Frasa nomina, konstituen langsung
Konjungsi, konstituen final
Verba, konstituen final
Nomina, konstituen final
Artikel, konstituen final
Nomina, konstituen final
Konjungsi, konstituen final
verba, konstituen final
Artikel, konstituen final
nomina, konstituen final
Penutup
Kesimpulan
Sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat. Dalam menganalisis struktur kalimat, menurut teori yang dirumuskan oleh Zellig Harris ada tiga metode yang bisa digunakan. Pertama, menggunakan metode kurung. Kedua, menggunakan metode table. Dan yang ketiga, dapat menggunakan metode pohon.
Saran
Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa sangat banyak sekali dan kekurang yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis sangat merasa senang sekali jika ada keritik dan saran yang disampaikan kepada penulis guna membangun penulis dalam penulis makalah kedepannya.
Daftar Pustaka
Qadur,M. Ahmad., 2008. Mabadi’ al- Lisaniyat. Damaskus: Darul Fikri
Poerwardanmita, W,J,S.1984. kamus umum bahasa Indonesia. Diolah kembali oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa dapartemen pendidikan dan kebudayaan. Jakarta : PN balai pustaka.
Hidayatullah, Syarif, dan Abdullah. 2010. Pengantar linguistik arab(klasik modern). Lembaga penelitian : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tallerman, Maggie. 2005. Understanding syntek .edisi kedua .inggris : cambridgeuniversity press.
http://digilib.unila.ac.id/8213/12/BAB%20II.pdf
Pengertian tentang bahasa sangat beraneka ragam, bergantung pada teori apa yang dipakai. Setiap teori mempunyai defenisi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.menurut teori struktural, bahasa dapat didefenisikan sebagai suatu sistem tanda arbitrer yang konvensional. Dan setiap aliran linguistik atau teori linguistic mempunyai cara pandangan tersendiri terhadap bahasa. Cara memandang dan menelaah bahasa antara aliran atau teori linguistik yang satu berbeda dengan aliran atau teori yang lain. Aliran tradisional dan modern mempunyai konsep sendiri dalam memhami dan menelaah bahasa. Demikian juga dengan aliran-aliran linguistik lainya. Aliran-aliran linguistik itu juga mempunyai konsep tersendiri dalam memahami dan menelaah bahasa. Konsep inilah yang menyebabkan adanya cara menganlisis sintakis yang berbeda.
Pembahasan
Pengertian sintaksis
Kata sintaksis berasal dari kata bahasa yunani, yaitu sun yang berarti “dengan” dan kata tatein yang berate “menempatkan”. Jadi secara etimologi , sintaksis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Sintaksis merupakan cabang linguistik yang menyangkut susunan kata di dalam kalimat atau bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika.
Sinatksis juga berasal dari bahasa inggris yaitu syntak. Istilah sintaksis(Belanda, syntaksis) ialah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan tentang seluk beluk wacana, kalimat, frase dan klausa. Menurut Gleason(1955) “syntak maybe roughly defined as the principles of arrangement of the construction(word) into large constructions of various kinds” artinya adalah sinatksis mungkin dikaitkan dari defenisi prinsip aransemen konstruksi(kata) ke dalam konstruksi besar dari bermacam-macam variasi. Sedangkan menurut (Putrayasa, 2008:1) mengatakan bahwa sintaksis merupakan cabang ilmu bahasa(linguistik) yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frasa. Menurut (Tallerman,2009:1;Radford,1997:1,Ramlan,2005:18)dalam bahasa arab, istilah sintaksis sepadan dengan tema ilm al-nahw cabang ilmu bahasa arab yang membicarakan peran dan fungsi,kategori, dan peran dan fungsi kata dalam konstruksi kalimat. Jadi, sintaksis ialah ilmu yang mempelajari hubungan antara kata,frase,klausa, kalimat yang satu dengan kata, frase, klausa, kalimat yang lain. Kata, frasa,Klausa, dan kalimat inilah yang oleh para ahli disebut sebagian satuan sintaksis.
Mempelajari suatu bahasa berarti mempelajari sistemnya, yaitu bentuk dan pengorganisasian aturan-aturan yang ada, yang akhirnya membentuk struktur bahasa tersebut. Sintaksis dan morfologi merupakan dasar dari tata bahasa atau sebagai pusat dari mekanisme tadi. Dari dua bidang tersebut kita dapat mempelajari bidang-bidang lain dari tata bahasa. Dengan mempelajari tata bahasa kita dapat mengetahui berbagai kaidah dan aturan bahasa, sehingga kita bisa menggunakan bahasa tersebut dengan baik. Dengan demikian akan tercipta komunikasi yang lebih luas dan yang lebih baik. Selain itu, kita juga bisa memahami struktur dan cara kerja suatu bahasa , yang nantinya akan mejembatani hubungan kita dengan orang lain, dalam rangka pengembangan potensi intelektualitas dan budaya.
Dalam kajian sintaksis maka akan ditemui pembahasan berupa frasa, klausa, dan kalimat. Frasa masih memiliki turunan, klausa dan kalimat juga seperti demikian. Akan tetapi penulis tidak akan menyebutkan turunan-turunan tersebut secara jelas dan terperinci. Sebab dalam penulisan makalah ini, penulis akan membahas tentang mengupas kalimat bahasa arab dengan teori sintaksis struktural berdasarkan teori yang dirumuskan oleh Zellig Harris. Kemudian akan didistribusikan melalui contoh kalimat bahasa arab di dalam Al-Quran lalu menganalisis kalimat tersebut.
Teori Sintaksis Struktural
1). Struktur sintaksis
Struktur menurut KBBI adalah cara bagaimana sesuatu disusun: susunan;bangunan. Manaf (2009:3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang ilmu linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa , kalusa dan kalimat . dengan demikian dapat diketahui jelas bahwa struktur yang ada pada sintaksis ada tiga cakupan yaitu : frasa, klausa dan kalimat.
Di dalam buku structural linguistcs yang ditulis oleh Zellig Harris. Seorang linguis amerika yang sangat terpengaruh oleh Bloomfield bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan meninggalkan makna sama sekali. Dan di dalam buku mabadi’ al-lisaniyat yang dikarang oleh Ahmad M. Qadur teori yang dirumuskan oleh Zellig Harris dalam analisis struktural sintaksis yaitu berupa metode. Ada tiga metode yang bisa dipakai yang pertama, menggunakan metode kurung dengan menuliskan satuan terkecil dari kata (morfem) lalu memberikanya kurung pada masing-masing morfem. Metode kedua, yaitu menggunakan table dalam penulisanya sama seperti dengan metode kurung. Metode yang ketiga, yaitu menggunakan metode pohon. Untuk memperjelasnya penulis akan memberikan contoh dari masing-masing metode dibahagian analisis makalah ini.
2). Struktur kalimat bahasa arab
Kalimat bahasa arab yang terdiri dari subjek dan prediket, terbagi menjadi dua macam: yaitu kalimat nominal dan kalimat verbal. Kalimat nominal dalam bahasa arab adalah kalimat yang didahului Ism, yang di dalam bahasa arab dikenal dikenal sebagai jumlah ismiyah. Subjek dalam jumlah ismiyah harus ma’rifat (definitif) dan predikatnysa harus nakirah ( indefenitif).
Analisis
Teori struktural Zellig Harris :
1). Menggunakan metode kurung
2). Menggunakan metode tabel/kotak
Contoh الملك :2 السورةفي
حياة
ال
و
موت
ال
خلق
الذي
nomina
artikel
konjungsi
nomina
artikel
verba
pronomina
Frasa nomina
Frasa verba
Frasa nomina
Frasa verba
Frasa nomina
Kalimat
Contoh في السورة ال عمران : 53
رّسول
ال
نا
اتّبع
و
ت
انزل
nomina
Artikel
pronomina
Verba
konjungsi
pronomina
verba
Frasa nomina
Frasa verba
Kalimat
contoh dalam surat An-nisa ayat : 125
خليلا
ابراهيم
الله
اتخذ
و
Nomina
Nomina
Nomina
Verba
Konjungsi
Frasa nomina
Frasa verba
kalimat
contoh dalam Surat al-furqan ayat :25
ارض
ال
و
سّموات
ال
في
سّرّ
ال
يعلم
nomina
artikel
konjungsi
Nomina
artikel
keterangan
nomina
artikel
verba
Frasa nomina
Frasa verba
Kalimat
3). Menggunakan metode pohon.
a. contoh في السورة البقرة : 275
ربا17
ال16
حرم15
و14
بيع13
ال12
الله11
احل10
9و
الربا8
حرم7
و6
البيع5
الله4
احل3
و2
و احل الله البيع و حرم الربا1
Kalimat
Konjungsi, konstituen final
Frasa verba, konstituen final
Frasa nomina, konstituen final
Frasa nomina, konstituen langsung
Konjungsi, konstituen final
Frasa verba, konstituen final
Frasa nomina, konstituen langsung
Konjungsi, konstituen final
Verba, konstituen final
Nomina, konstituen final
Artikel, konstituen final
Nomina, konstituen final
Konjungsi, konstituen final
verba, konstituen final
Artikel, konstituen final
nomina, konstituen final
Penutup
Kesimpulan
Sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat. Dalam menganalisis struktur kalimat, menurut teori yang dirumuskan oleh Zellig Harris ada tiga metode yang bisa digunakan. Pertama, menggunakan metode kurung. Kedua, menggunakan metode table. Dan yang ketiga, dapat menggunakan metode pohon.
Saran
Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa sangat banyak sekali dan kekurang yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu penulis sangat merasa senang sekali jika ada keritik dan saran yang disampaikan kepada penulis guna membangun penulis dalam penulis makalah kedepannya.
Daftar Pustaka
Qadur,M. Ahmad., 2008. Mabadi’ al- Lisaniyat. Damaskus: Darul Fikri
Poerwardanmita, W,J,S.1984. kamus umum bahasa Indonesia. Diolah kembali oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa dapartemen pendidikan dan kebudayaan. Jakarta : PN balai pustaka.
Hidayatullah, Syarif, dan Abdullah. 2010. Pengantar linguistik arab(klasik modern). Lembaga penelitian : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tallerman, Maggie. 2005. Understanding syntek .edisi kedua .inggris : cambridgeuniversity press.
http://digilib.unila.ac.id/8213/12/BAB%20II.pdf
Comments
Post a Comment